Kalau Doa Neno Warisman untuk Melawan Kafir, yang Kafir Siapa?

Karena jika Engkau tidak menangkan, Kami Khawatir ya Allah, Kami Khawatir ya Allah, Tak ada lagi yang menyembah-Mu.”

Bunda Neno Warisman, memunajatkan doa “Karena jika Engkau tidak menangkan, Kami Khawatir ya Allah, Kami Khawatir ya Allah, Tak ada lagi yang menyembah-Mu.” Atas kuasa apa Neno berani mengatakan seperti itu. Apa sudah merasa melebihi kuasa Allah untuk menentukan siapa-siapa yang menyembah-Nya.

Hanya karena ngebet untuk memenangkan paslon jagoan, berdoa di publik seperti itu. Ampun deh. Pilpres ini hanya 5 tahunan, tapi kalau sampai ngorbanin persaudaraan bangsa ya amit-amit jangan sampai.

Pembelaan Analogi Perang Badar

Perilaku Neno Warisman dibela beberapa orang, salah satunya Maher At Thuwailibi. pembelaannya bahwa itu adalah doa yang diucapkan Nabi Muhammad SAW. ketika perang badar. At Thuwailibi membenarkan itu doa nabi karena melawan orang kafir.

Kalaupun alasan seperti itu, sekarang kita pikir apa hubungannya perang badar dengan Pilpres kali ini. Apakah pantas membenturkan sesama muslim dengan dalih perang badar.

Atau bisa jadi Neno berpikiran seperti Maher Ar Thuwailibi atau Sugi Nur yang mengatakan orang-orang pemerintahan saat ini adalah kafir dan munafik. aduh.

Respon pun Muncul
Ketua PBNU ikut merespon, Robikin Emhas mengatakan, “Ingat, Tuhan yang kita sembah adalah Allah SWT. Bukan pilpres. Bahkan bukan agama itu sendiri.”

Robikin juga berujar untuk mengingatkan adab berdoa. kita juga tahu, walau itu dalam puisi, namun kondisi seperti itu bisa dikatakan adalah doa, dan tentunya doa adalah hal yang sakral.

Analogi soal perang badar dan puisi doa ini juga disinggung kiai Ma’ruf Amin, cawapres nomor urut 1. Menurut Kiai Ma’ruf, doa tersebut sama saja menghakimi dirinya dan Jokowi serta para pendukung Jokowi-Ma’ruf sebagai kelompok kafir.

Memang zaman sekarang banyak orang yang sedikit-sedikit bilang kafir, sedikit-sedikit bid’ah, sedikit-sedikit anda bukan golongan kami.

Kelakar cak Lontong

Acara Mata Najwa tahun 2016 ada segmen yang berisikan Fadli Zon mendoakan agar Ahok ditahan karena kasus Sumber Waras.

Namun cak Lontong menyeletuk dan berkelakar, “Doa itu kan sesuai kapasitas. Kalau orang baik mendoakan orang lain baik, kalau mendoakan orang lain tidak baik berarti mungkin orang itu sadar dirinya juga tidak baik.”

Kelakar cak Lontong masih relevan sepertinya. Kalau orang dalam benak dan pikirannya hanya berisikan kecemburuan dan benci terhadap lainnya, mungkin dirinya sadar kalau dia membenci dirinya sendiri.

You may also like...