JK PENGERITIK JOKOWI.

 

Dewan Pengarah Jenggala Center Jusuf Kalla memberikan pengarahan dalam Rapat Konsolidasi Nasional Jenggala Center di Jakarta, Minggu (3/2/2019). Kegiatan tersebut untuk menyatukan langkah Jenggala Center dalam pemenangan pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

JK nyaris tidak pernah mengeritik Prabowo. Beda perhatian JK kepada Jokowi, yang justeru sesekali tampak berbeda pandangan dengan Jokowi, sekalipun Jokowi adalah pasangannya.

JK dengan enteng menasehati para konsultan bahwa jangan lagi membiarkan setiap rancang bangunan tidak efisien seperti pembangunan LRT Cibubur. Nasehat yang difahami pula sebagai kritik JK terhadap Jokowi. Bahkan sempat dijadikan argumentasi pembenar pendukung Prabowo untuk menyerang pembangunan infrastruktur Jokowi yang dilakukan secara massive dan tidak pernah terjadi pada masa pemerintahan sebelumnya.

Ketika JK menghadiri pertemuan Relawan Jenggala Center Minggu 3/2 lalu di Luwansa Hotel. Dihadapan sekitar 1500 simpul relawan Jenggala dari berbagai daerah di Indonesia lagi lagi JK, mengeritik Jokowi. Kata JK; Jokowi bukan yang terbaik saat ini. Itulah kritik JK. Jokowi bukan yang terbaik.

Tetapi menurut JK, sebagai  calon Presiden karena hanya ada dua pasangan, maka JK menyarankan mendukung Jokowi. JK pun lantas menyatakan dukungannya  secara terbuka kepada Jokowi. Jokowi pilihan terbaik diantara yang tersedia, ungkap JK.

Kenapa JK  yang sesekali nyeleneh mengeritik Jokowi namun justeru mendukungnya?  Tentu bukan tanpa alasan. Harus diakui JK memang  sangat faham tentang Jokowi luar dan dalam, karena selama hampir lima tahun bersama sama memimpin pemerintahan.

Di mata JK, Jokowi sudah sangat  berpengalaman dan teruji. Jokowi seperti dirinya melalui jenjang karir dari bawah. Sebelum jadi Presiden Jokowi yang berlatar belakang pengusaha, pernah menjabat sebagai walkota, gubernur dan akhirnya Presiden. Sehingga Jokowi tidak perlu lagi belajar. Sekarang sisa melanjutkan pemerintahan. Beda dengan yang masih baru dan masih harus belajar lagi.

Kelebihan lain, JK pun menjamin kalau Jokowi sangat egaliter dia jauh dari kesan otoriter. Jokowi orangnya merakyat dan mengedepankan kebersamaan, kata JK Kelebihan tersebut menurutnya, diperlukan untuk mempersatukan bangsa ini. Kebersamasn bukan otoriter. Begitu egaliternya, dalam setahun Jokowi bisa menggelar 200 kali rapat karena Jokowi menghendaki setiap kebijakan dan keputusan dilakukan secara bersama sama. Kebersamaan amat penting bagi Jokowi, tegas JK.

Keutamaan lain dari Jokowi di mata JK. Putra putri Jokowi tidak ada yang terlibat proyek besar pemerintah, “anak Jokowi hanya jual pisang dan jual martabak,” ungkap JK. Bahkan dengan lugas  JK menyampaikan, “Saya dan Pak Jokowi, tidak pernah berbicara bagi bagi proyek, tidak pernah.”

Publik meyakini dari jejak rekam, ucapan, pikiran dan tindakannya; JK seorang yang obyektif. Dia akan mengatakan itu salah jika salah dan mengatakan benar jika hal itu benar. JK seorang garis lurus. Pada tempatnya JK mengeritik tajam Jokowi tanpa ragu. Tetapi sebaliknya ketika harus menunjukkan kepada publik siapa pilihan terbaik diantara yang ada  pada Pilpres 2019, JK tegas menunjukkan dukungannya kepada Jokowi.

JK telah menilai  Jokowi dengan amat manusiawi. Bagi JK, Jokowi adalah juga manusia biasa. Jokowi bukan yang terbaik, tetapi bermodalkan  argumentasi JK yang  rasional dan faktual, ia telah menuntun  segenap bangsa ini untuk memastikan pilihan, bahwa Jokowi pilihan terbaik diantara yang tersedia dan jangan pernah ragu akan itu.

You may also like...