Pilpres dan Catatan Pelanggar HAM

Kontestasi Pilpres 2019 ini akhirnya hanya memunculkan dua pasangan, Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi. Sepintas, seperti pertandingan ulang dari tahun 2014 lalu dengan mempertemukan Capres yang sama.

Jokowi hadir dalam panggung politik nasional sangat cepat dan cemerlang. Setelah menjadi Wali Kota Solo, dia beranjak ke Gubernur DKI Jakarta, lalu melejit menjadi Presiden.

Prabowo usai reformasi, berpindah ke Yordania lalu kembali ke Indonesia untuk melanjutkan trah bisnis dan ekonomi dari keluarga, kemudian sebelum tahun 2008 terjun di dunia politik dengan menggagas partai Gerindra.

 

HAM adalah sesuatu yang paling dasar

Hak Asasi Manusia (HAM) adalah pedoman untuk menghargai manusia dan nilai kemanusiaan. Dalam beberapa ajaran agama dan tradisi, penghargaan untuk individu manusia memang sudah ada. Semisal dalam Islam, ada Ushulul Khomsah yang membincang tentang kewajiban untuk menjaga diri dan menghormati hak orang lain. Bayangin saja, kalau tiba-tiba kamu atau keluargamu direnggut kebebasannya untuk hidup. Ya pasti kalian engga mau lah.

 

Pelanggar HAM dan masih bebas melenggang

Capres Prabowo memiliki catatan hitam tentang hak asasi manusia. Ada beberapa sumber yang mengatakan bahwasanya ketika dia menjabat menjadi komandan Kopassus di tahun 1997, dia dan timnya melakukan penculikan dan penghilangan paksa aktifis demokrasi di rentang tahun 1996 sampai 1998.

Prabowo dianggap salah satu orang yang paling bertanggung jawab untuk kejadian rusuhnya rentetan unjuk rasa mahasiswa yang menimbulkan banyak korban jiwa dan banyak juga hilang entah ke mana.

Kasus pelanggaran HAM tidak hanya menimpa Capres Prabowo saja, tidak sedikit juga para tokoh zaman orde baru tercatat melakukan pelanggaran hukum.

 

Larangan ke Amerika

Hasyim Djojohadikusumo, saudara dari Prabowo mengatakan ada 7 Jenderal termasuk Prabowo yang dilarang oleh Amerika untuk berkunjung ke sana.  Pelarangan ini berkaitan dengan pelanggaran HAM masa lampau yang telah dilakukan jenderal-jenderal tersebut.

Amerika mencoba untuk menghormati HAM dengan membatasi gerak para tokoh yang secara fakta telah merenggut HAM orang/kelompok.

Coba bayangkan bagaimana bila ada Presiden pelanggar HAM melakukan aktifitas diplomasi internasional, pasti Indonesia akan sulit untuk berinteraksi dengan negara-negara lainnya.

 

Membela HAM

Ada yang pernah dengar aksi kamisan? Aksi ini adalah ekspresi berdiam diri dengan memakai baju dan topi hitam untuk menyampaikan aspirasi kepada pihak terkait. aksi dilakukan oleh para keluarga dan pendukung penegakan kasus pelanggaran HAM masa lampau, aksi ini ingin memberi semangat perlawanan tanpa padam terhadap pelanggaran HAM.

 

Cerdas menanggapinya dengan kemanusiaan

Kita seyogyanya juga mempunyai daya nalar kritis untuk menyikapi kebenaran yang ada. Benar atau tidaknya harus kita telaah lebih lanjut dari sumber-sumber yang memadai. Siapapun yang mengakui pembela HAM harus bisa menyelaraskan dalam pikiran dan perbuatan. Kalau HAM hanya digunakan dalih untuk memukul lawan politik, ya sama saja bohong, yang kita butuhkan adalah bukti konkret penanganan pelanggaran dan perawatan HAM.

Dengan umur Republik Indonesia yang sudah menginjak 73 tahun, sepatutnya bisa membuat Indonesia bisa lebih dewasa dengan menjunjung nilai kemanusiaan universal.

 

You may also like...