HIDUP INI SINGKAT, JANGAN SEBAR HOAX

“Sir, don’t drink the chocolate. It is haram”, kata Ahmed tour guide kami. Malam cukup dingin, menyeruput coklat panas rasanya begitu nikmat, apalagi udara di Elizabeth National Park malam itu terasa dingin. Angin berhembus dari sela-sela jendela resto di hotel sederhana kami, yang lebih menyerupai tenda.

Saya dan  istri saya, pun berhenti menuang coklat panas. Tanpa diminta, Ahmed — orang asli Uganda yang kebetulan muslim, pun melanjutkan ceritanya untuk meyakinkan kami berdua. Lalu ia mengeluarkan HP-nya.

“It is in social media, Sir!” katanya lagi sambil menunjukkan smartphone-nya.

Astaghfirullah!

Di screen HP-nya muncul meme yang populer di Indonesia dua tahun sebelumnya. Hoax tentang suatu produk coklat yang diisukan mengandung lemak babi. Walau akhirnya terbukti berita itu tidak benar, chaos sudah terjadi. Alhamdulillah situasi membaik secara perlahan. Masyarakat pun perlahan mulai mengkonsumsi produk itu lagi.

Ternyata hoax itu tidak berhenti disitu saja.

Dua tahun kemudian, nun jauh di Uganda, keributan muncul akibat meme yang sama; masyarakat muslim melakukan boikot. Nampaknya meme tersebut tidak pernah berhenti bergerak, mampir dari satu HP ke HP yang lain, dari satu negara ke negara yang lain. Entah berapa negara telah menjadi korban dan berapa lagi akan menyusul. Tidak ada yang tahu kapan hoax itu akan berhenti menciptakan kerusakan. Bisa jadi tidak akan pernah berhenti, abadi!

Eternal selama medsos masih ada.

Saya tertegun. Mungkin si pembuat hoax tidak pernah menyangka hoax yang dibikinnya, dengan bantuan para netizen yang memviralkan, akhirnya menimbulkan kerusakan yang masif. Kalau saja ia tahu mungkin ia tidak akan pernah melakukannya.

Umur manusia itu singkat. Kebaikan yang kita perbuat selama hidup bisa jadi sedikit saja. Kita berdoa semoga kebaikan yang sedikit itu mampu menutup dosa, sehingga kita layak mendapatkan tiket masuk surga.

Medsos seperti pedang bermata dua. Kebaikan akan mudah tersebar, begitu juga keburukan. Kita harus mawas diri, jangan sampai kebaikan yang kita kumpulkan lenyap tak berbekas tergulung oleh dosa akibat kebohongan dan kebencian yang kita ciptakan atau viralkan.

Hidup ini singkat. Hindari hoax. Janganlah kita menjadi golongan yang merugi.

Indonesia, akhir 2018

Salam hangat,
Si Fulan 

You may also like...