Jalan Pengabdian Jusuf Kalla

 

 

“Berakhirnya masa jabatan sebagai wakil presiden tak lantas membuat Jusuf Kalla berhenti mengabdi. Sederet aktivitas sudah menanti Kalla setelah 20 Oktober 2019”.

Sudah empat tahun dua bulan, Wakil Presiden Jusuf Kalla mendampingi Presiden Joko Widodo memimpin pemerintahan. Dalam perjalanan selama ini, Jokowi beberapa kali melimpahkan tugas kepada Kalla, dari menghadiri undangan sebuah acara, memimpin proyek pemerintah, hingga menghadiri berbagai forum internasional.

Kalla yang dikenal bertangan dingin selalu menerima tugas dari Presiden sekalipun masalah yang harus diselesaikan penuh tantangan.

Lihat saja saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games XVIII di Jakarta dan Palembang. Presiden menyerahkan posisi Ketua Pengarah Kepanitiaan Asian Games kepada Kalla, 17 bulan sebelum pesta olahraga negara-negara Asia itu digelar.

Saat itu masih banyak kendala dalam persiapan Asian Games yang belum terselesaikan, dari belum adanya arena pertandingan sejumlah cabang olahraga, kekurangan dana, hingga belum siapnya sarana dan prasarana penunjang.

Kalla bergerak cepat menyelesaikan berbagai kendala tersebut. Beberapa hari setelah ditunjuk menjadi ketua pengarah, ia segera mengevaluasi rencana biaya penyelenggaraan Asian Games.

Hasilnya, biaya yang sebelumnya diusulkan Rp 8,4 triliun dipangkas menjadi Rp 5,6 triliun. Badan Usaha Milik Negara serta perusahan swasta pun mulai banyak mendaftar menjadi sponsor Asian Games.

Tiga sukses yang dicanangkan pemerintah, yakni sukses penyelenggaraan, sukses sarana dan prasarana, serta sukses prestasi berhasil diraih. Kontingen Indonesia menyabet 31 emas, dan penyelenggaraan Asian Games jadi sorotan dunia.

Dalam acara Satu Meja The Forum dengan tema “JK Setelah Istana”, Rabu (19/12/2018) malam di Kompas TV, Kalla menyampaikan kepada Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas Budiman Tanuredjo bahwa Kabinet Kerja sangat demokratis.

Perbedaan pendapat tidak menjadi soal karena pada akhirnya disekapati satu keputusan di dalam rapat. Keputusan itupun harus dilaksanakan oleh semua menteri, tanpa kecuali.

“antara saya dan Pak Jokowi itu hampir semuanya sama, karena hampir semua keputusan diputuskan di rapat. Tidak ada perbedaan pandangan secara persis, karena selalu diputuskan dengan kebersamaan”

“Sebenarnya antara saya dan Pak Jokowi itu hampir semuanya sama, karena hampir semua keputusan diputuskan di rapat. Tidak ada perbedaan pandangan secara persis, karena selalu diputuskan dengan kebersamaan,” ujar Kalla.

Kalla juga sering menghadiri berbagai forum internasional mewakili Jokowi. Selama empat tahun menjabat, ia tak pernah absen menghadiri sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat.

Presiden Jokowi, jelas Kalla, mendelegasikan tugas itu hanya karena alasan teknis. “Presiden itu memang tidak ingin terlalu lama di luar (negeri). Kalau di PBB bisa sampai sepuluh hari. Kalau sepuluh hari Presiden tidak ada, itu banyak kekosongan,” tuturnya.

 

Dukungan politik

Dukungan Kalla kepada Jokowi juga tak hanya diberikan dalam pemerintahan, tetapi juga politik. Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia ini menerima permintaan Jokowi untuk menjadi Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin.

Pada saat pemberitaan elektabilitas Jokowi-Maruf stagnan dimuat di berbagai media massa, Senin (17/12/2018) Kalla langsung menggelar rapat TKN di kediamannya di Jalan Brawijaya, Jakarta.

Selain mengevaluasi kinerja tim selama dua bulan terakhir, Kalla juga memberikan arahan tentang strategi kampanye ke depan.

Kalla menyarankan agar kampanye dilakukan secara sehat. Salah satu caranya dengan memaparkan visi, misi, serta program kerja yang akan dilakukan Jokowi-Maruf jika memenangkan Pemilu 2019.

Kalla direncanakan menemani Jokowi bertemu seluruh pemuka masyarakat Sulawesi Selatan di Makassar, Sabtu esok hari.

Dukungan Kalla terhadap pencalonan Jokowi juga ditunjukkan dengan turun langsung ke lapangan. Kalla direncanakan menemani Jokowi bertemu seluruh pemuka masyarakat Sulawesi Selatan di Makassar, Sabtu esok hari.

 

 

Perdamaian

Tugas Kalla sebagai wapres akan berakhir saat Presiden-Wakil Presiden hasil Pemilu 2019 dilantik pada 20 Oktober 2019. Berakhirnya masa tugas itu tak berarti Kalla juga akan berhenti mengabdi.

Kendati saat mengakhiri jabatannya sebagai wapres pada tahun depan, Kalla sudah berusia 77 tahun, ia akan tetap berkegiatan, kembali mengabdi melalui sejumlah organisasi yang dipimpinnya, seperti Palang Merah Indonesia dan Dewan Masjid Indonesia.

“Banyak permintaan dari beberapa negara untuk tetap berhubungan dalam urusan sosial dan perdamaian,”

Tak hanya itu, Kalla juga akan kembali mengurus perdamaian. “Banyak permintaan dari beberapa negara untuk tetap berhubungan dalam urusan sosial dan perdamaian,” katanya.

Selama ini Kalla memang dikenal sebagai juru damai. Ia berperan penting dalam penyelesaian konflik di Aceh dan Poso. Setelah mengakhiri jabatannya sebagai wapres pada pada tahun 2009 silam, misalnya, Kalla menjadi mediator perdamaian di Patani, Thailand Selatan.

Saat ini, Kalla aktif memfasilitasi terciptanya perdamaian di Afghanistan, Myanmar, dan Thailand.

Keberhasilan Kalla mendamaikan konflik mengantarkannya menjadi doktor kehormatan (honoris causa) bidang perdamaian dari Universitas Syiah Kuala Aceh pada tahun 2011. Gelar serupa, juga diberikan Universitas Hiroshima, Jepang pada Februari 2018 lalu.

Kalla juga dinobatkan sebagai Bapak Perdamaian oleh organisasi maupun lembaga pendidikan, dari dalam maupun luar negeri, salah satunya Universitas Teknologi Rajamangala Isan di Thailand.

Kendati memberikan gelar doktor kehormatan bidang Administrasi Bisnis, Ketua Dewan Universitas Teknologi Rajamanggala, Surakiart Sathirathai, juga mengungkapkan penghormatannya atas peran Kalla dalam bidang perdamaian.

Sepuluh bulan lagi, Kalla akan mengakhiri jabatannya sebagai wapres. Namun, pengabdiannya pada bangsa, negara, masyarakat, serta perdamaian tidak akan terhenti.

Source: Kompas Cetak, 21 Desember 2018

You may also like...