Wow, Buta Aksara Terendah dalam Sejarah Indonesia

Pernah kebayang engga sih, ternyata masih ada saudara sebangsa kita yang masih buta aksara. Buta aksara di sini artinya adalah ketidakmampuan seseorang untuk membaca dan menulis.

Ini bisa menjadi tantangan Pemerintah Indonesia agar bisa membebaskan Indonesia dari buta aksara. Untuknya lewat pemerintahan Jokowi-JK ini, Indonesia sudah menekan  buta aksara ke level terendah dalam sejarah Indonesia.

 

Buta aksara tinggal secuil

Tahukah kamu, secara data yang dilaporkan dari Kemendikbud, sekarang tinggal 2,07 persen warga Indonesia yang buta aksara pada 2017. Data tersebut setidaknya setara 3.387.035 jiwa yang.

Jadi bisa dipastikan 97,93 persen orang indonesia lainnya sudah bisa membaca dan menulis secara lancar.

Tapi Jika dilihat secara angka, ini sudah sangat jauh turun dibanding periode-periode sebelumnya di tahun 2005 yang mencapai 14,89 juta jiwa atau setara dengan 9,55 persen.

ini bisa menjadi bukti kepedulian dan prestasi pemerintah dalam hal literasi. Olehnya Kita harus mengapresiasi upaya pemerintah dalam memberantas buta aksara

 

PR yang Segera diselesaikan

Meski demikian hingga saat ini masih terdapat 11 provinsi dengan angkat buta huruf di atas angka nasional, yaitu Papua (28,75 persen), NTB (7,91 persen), NTT (5,15 persen), Sulawesi Barat (4,58 persen), Kalimantan Barat (4,50 peren),

Sulawesi Selatan (4,49 persen), Bali (3,57 persen), Jawa Timur (3,47 persen), Kalimantan Utara (2,90 persen), Sulawesi Tenggara (2,74 persen), dan Jawa Tengah (2,20 persen). Sedangkan 23 provinsi lainnya sudah berada di bawah angka nasional.

Ini memang menjadi PR karena geografi Indonesia yang luas dan unik, oleh karena itu pemerintah Jokowi-JK sudah menyiapkan formula untuk mengatasinya.

 

Langkah Konkret Pemerintah 

Pemerintah lewat Kemendikbud telah melakukan program strategis nasional bagaimana menurunkan tingkat buta aksara di daerah tertentu.

Upaya pemberantasan buta aksara dari pemerintah saat ini;

  1. Aktivitas pegiat literasi,
  2. Donasi buku gratis,
  3. Pengiriman buku gratis oleh PT Pos,
  4. Kelompok belajar di setiap desa,
  5. Taman bacaan masyarakat.

Ini yang bisa dilakukan oleh pemerintah, alangkah baiknya jika masyarakat ikut berpartisipasi aktif terhadap gerakan ini.

 

Apa yang Bisa Kamu Lakukan

Ada beberapa jalan yang bisa kamu lakukan, salah satunya kamu bisa berpartisipasi aktif sebagai penggerak literasi, tujuan melek literasi adalah bagaimana menyadarkan orang betapa pentingnya membaca dan berpikir kritis.

Tentu ini harus diawali oleh dirimu sendiri. Kalau mengaku penggerak literasi tapi dirinya sendiri tidak membaca dan berpikir kritis ya sama saja kamu jadi tim hore. Mau tidak mau kamu harus membuktikannya lewat dirimu sendiri terlebih dahulu.

 

You may also like...