Usulan Indonesia di KTT G-20 Diterima

KTT G20 membuahkan kesimpulan berupa deklarasi yang disepakati bersama. Dari 31 poin deklarasi itu, ada satu poin yang merupakan usulan Indonesia, yakni tentang ekonomi digital.

“Semua sepakat. Itu satu jam sebelum penutupan baru setuju semua,” ujar Wapres Jusuf Kalla (JK) di Wisma Nusantara KBRI, Buenos Aires, Argentina, Sabtu (1/12/2018) malam lalu waktu setempat.

Sempat ada perdebatan tentang diksi sebelum akhirnya kesimpulan bisa disepakati. Kata JK, Amerika Serikat sempat tak sepakat dengan pemakaian kata ‘multilateral’ atau ‘together‘.

“Multilateral dan imigrasi. Sudah selesai dengan jalan tengah, memakai kata-kata dari multilateral ke together. Multilateral lebih mengikat sesuai aturan. Tapi together agak sedikit sukarela atau longgar. Itu langsung disetujui oleh di sidang terakhir ini sambil lobi,” papar JK.

Menkominfo Rudiantara kemudian menyebutkan tentang usulan Indonesia yang masuk dalam kesimpulan. Pembahasan poin itu sudah dilakukan sebelumnya dalam pertemuan di Provinsi Salta, Argentina.

“Ini dari deklarasi, satu butir deklarasi usulan Indonesia tentang ekonomi digital butir nomor 9,” ujar Rudiantara.

Pria yang akrab disapa Chief RA itu lalu menjelaskan penjabaran poin tersebut. Dia juga bangga karena usulan itu nantinya bakal diadopsi oleh negara-negara peserta G20.

“Bagaimana mendorong ekonomi digital berfokus pada UMKM untuk menyempitkan gap atau menurunkan GINI ratio. Fokusnya itu work force digitalizationsharing economy, dan financial inclution. Membuat repositorydari IDEA Hub ada di nomor 9. Negara-negara lain setujui,” papar RA.

Berikut kutipan poin nomor 9 dari kesimpulan KTT G20:

9. To maximize the benefits of digitalization and emerging technologies for innovative growth and productivity, we will promote measures to boost micro, small and medium enterprises and entrepreneurs, bridge the digital gender divide and further digital inclusion, support consumer protection, and improve digital government, digital infrastructure and measurement of the digital economy. We reaffirm the importance of addressing issues of security in the use of ICTs. We support the free flow of information, ideas and knowledge, while respecting applicable legal frameworks, and working to build consumer trust, privacy, data protection and intellectual property rights protection. We welcome the G20 Repository of Digital Policies to share and promote the adoption of innovative digital economy business models. We recognize the importance of the interface between trade and the digital economy. We will continue our work on artificial intelligence, emerging technologies and new business platforms.KTT G20 membuahkan kesimpulan berupa deklarasi yang disepakati bersama. Dari 31 poin deklarasi itu, ada satu poin yang merupakan usulan Indonesia, yakni tentang ekonomi digital.

“Semua sepakat. Itu satu jam sebelum penutupan baru setuju semua,” ujar Wapres Jusuf Kalla (JK) di Wisma Nusantara KBRI, Buenos Aires, Argentina, Sabtu (1/12/2018) malam waktu setempat.

Sempat ada perdebatan tentang diksi sebelum akhirnya kesimpulan bisa disepakati. Kata JK, Amerika Serikat sempat tak sepakat dengan pemakaian kata ‘multilateral’ atau ‘together‘.

“Multilateral dan imigrasi. Sudah selesai dengan jalan tengah, memakai kata-kata dari multilateral ke together. Multilateral lebih mengikat sesuai aturan. Tapi together agak sedikit sukarela atau longgar. Itu langsung disetujui oleh di sidang terakhir ini sambil lobi,” papar JK.

Menkominfo Rudiantara kemudian menyebutkan tentang usulan Indonesia yang masuk dalam kesimpulan. Pembahasan poin itu sudah dilakukan sebelumnya dalam pertemuan di Provinsi Salta, Argentina.

“Ini dari deklarasi, satu butir deklarasi usulan Indonesia tentang ekonomi digital butir nomor 9,” ujar Rudiantara.

Pria yang akrab disapa Chief RA itu lalu menjelaskan penjabaran poin tersebut. Dia juga bangga karena usulan itu nantinya bakal diadopsi oleh negara-negara peserta G20.

“Bagaimana mendorong ekonomi digital berfokus pada UMKM untuk menyempitkan gap atau menurunkan GINI ratio. Fokusnya itu work force digitalizationsharing economy, dan financial inclution. Membuat repositorydari IDEA Hub ada di nomor 9. Negara-negara lain setujui,” papar RA.

Berikut kutipan poin nomor 9 dari kesimpulan KTT G20:

9. To maximize the benefits of digitalization and emerging technologies for innovative growth and productivity, we will promote measures to boost micro, small and medium enterprises and entrepreneurs, bridge the digital gender divide and further digital inclusion, support consumer protection, and improve digital government, digital infrastructure and measurement of the digital economy. We reaffirm the importance of addressing issues of security in the use of ICTs. We support the free flow of information, ideas and knowledge, while respecting applicable legal frameworks, and working to build consumer trust, privacy, data protection and intellectual property rights protection. We welcome the G20 Repository of Digital Policies to share and promote the adoption of innovative digital economy business models. We recognize the importance of the interface between trade and the digital economy. We will continue our work on artificial intelligence, emerging technologies and new business platforms.

sumber: Detik

You may also like...