Pemerintahan Jokowi Pro Perlindungan Sosial

 

“Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”, butir ke-5 Pancasila ini pasti kalian hafal kan. Sesuai dengan cita cita Pancasila, poin ke-5 adalah puncak dari Pancasila itu sendiri. Sosial diartikan sebagai sesuatu yang berkenaan dengan masyarakat. Tugas dari Pemerintahan adalah melaksanakan amar dari Pancasila dan Pembukaan UUD 45 tersebut.

Presiden Joko Widodo sebagai nahkoda negara telah merancang anggaran pemerintahan untuk rakyat sebaik dan seadil mungkin. Tentu ini sangat beralasan, pemerintahan Jokowi mencoba menepati Nawacita, khususnya meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

Tahukah kamu, Anggaran Perlindungan Sosial dari Pemerintah untuk tahun 2018 ini adalah sejumlah Rp.283,8 Triliun. Wow, jumlah yang fantastis bukan. Adanya anggaran perlindungan sosial ini bertujuan, pertama, memperkuat program-program penganggulangan kemiskinan sebagai dukungan pada masyarakat berpendapatan rendah, kedua, sinergi antar program perlindungan sosial, dan ketiga, bantuan sosial yang tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat waktu.

Tapi alangkah baiknya jika kita tahu turunan anggarannya, 283,8 T akan dibagi menjadi 60 T untuk Dana Desa, 4,1 T Bidik Misi, 20,8 T Bantuan Pangan, 25,5 T Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi warga miskin, 10,8 T Program Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan (PKH), dan 145,5 untuk Subsidi.

Sasaran Anggran Perlindungan Sosial ini mempunyai garis besar, Program Keluarga Harapan untuk 10 juta Keluarga Penerima Manfaat,  Bantuan Pangan untuk 15,6 juta Keluarga Penerima Manfaat, Penerima Bantuan Iuran (PBI) dalam rangka JKN untuk 92,4 juta jiwa, Penyediaan Bantuan Kelompok Usaha Ekonomi Produktif untuk 117,7 ribu KK, Program Indonesia Pintar untuk 19,6 juta siswa, Bidik Misi untuk 401,7 ribu mahasiswa, Dana Desa untuk 74.958 desa.

Nah, kawan-kawan sudah mulai paham tentang anggran perlindungan sosial kan. prinsipnya, anggaran  ini untuk pemenuhan kebutuhan dasar (pangan, pendidikan dan kesehatan). Pemerintahan sudah melakukan kebijakan ini seefektif mungkin. Sudah terlihat sangat banyak berapa jumlah penerima manfaat anggaran perlindungan sosial ini.

Kamu yang merasa peduli akan sosial setidaknya bisa paham, bahkan kalau bisa sampai taraf aksi sosial ala kamu. Jadi tidak hanya sebagai penerima manfaat. Ada kutipan menarik, “jangan tanyakan apa yang Negara bisa berikan untuk kamu, tapi tanyakan, apa yang bisa kamu berikan untuk negara”.

Sumber Data: Kementerian Keuangan

You may also like...