Muktamar Pemuda Muhammadiyah Digelar, ini Pesan Jusuf Kalla

 

Pemuda Muhammadiyah menyelenggarakan Muktamar ke-XVII Pemuda Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Bantul, (26-28 November 2018). Muktamar ini bertujuan untuk menentukan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah setelah Dahnil Azhar Simanjuntak. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, hadir pula Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir.

Dahniel Azhar dalam sambutannya mengatakan Muktamar ini dihadiri 1.200 peserta dan ditambah 7000 “penggembira” dari seluruh pelosok Indonesia.

“Kami angkat tema menggembirakan Dakwah Islam, Memajukan Indonesia. kami ingin menunjukkan dakwah Islam yang menggembirakan seperti tujuan dan maksud Muhammadiyah pada awal-awa berdiri. Semangat tolong menolong, semangat saling menggembirakan akan menjadi watak Pemuda Muhammadiyah,”ungkap Dhanil.

Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika membuka Muktamar ini memberi pesan;

“Walau saudara Dahnil di pihak [pasangan] nomor 02, tapi tidak berarti… tidak berarti Pemuda Muhammadiyah harus semua ikut ke kebijakan politik itu,” ujar JK, saat membuka Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke XVII, di DI Yogyakarta, Senin (26/11), dikutip dari siaran TV Muhammadiyah.

Diketahui, Dahnil saat ini menjabat sebagai Koordinator Juru Bicara pasangan Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019.

Terdengar suara sorakan sekaligus tepuk tangan riuh di saat yang sama dari peserta yang hadir di Sportarium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ketika mendengar ucapan JK itu.

“Lebih tinggi [kedudukannya] Ketua Umum PP Muhammadiyah [yang] memberikan kesempatan rakyatnya untuk memilih apa yang terbaik. Walaupun duduk sama-sama di depan, Ketua Umum Muhammadiyah dan [Ketum PP] Pemuda Muhammadiyah, dalam politik kadang berbeda,” JK melanjutkan.

“Itulah demokrasi yang baik di negara ini, itulah pilihan yang terbaik. Demokrasi bukan angka-angka saja, tapi bagaimana memajukan bangsa, dan siapa yang paling bisa memajukan bangsa itu yang menjadi hak politik masyarakat, itu hak asasi kita untuk yang terbaik untuk kemajuan bangsa,” kata JK.

“Kita boleh berbeda di TPS, tapi kita bersamaan memajukan bangsa ini. Itu hanya masalah 10 menit. Jangan masalah 10 menit itu membuat kita terpecah belah, kita tetap bersatu utk memajukan bangsa ini,” pungkas JK.

 

You may also like...