JK Buka Silatnas Hidayatullah ke-IV

 

Silaturahmi Nasional (Silatnas) Para Dai bertajuk “45 tahun Hidayatullah Berkhidmat untuk NKRI Bermartabat” ini dihadiri Wapres RI Jusuf Kalla, Menteri Agraria dan Tata Ruang RI Sofyan Djalil dan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara serta unsur pemerintah Provinsi Kaltim dan pemerintah daerah serta sekitar 10.000 dai dan daiyah bahkan seluruh pengurus Hidayatullah se-Indonesia.

Dalam sambutannya, Wakil Presiden Republik Indonesia, Drs H Muhammad Jusuf Kalla mengatakan, dirinya menilai Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah merupakan salah satu ponpes yang cukup cepat perkembang di Indonesia.

“Dengan usia 45 tahun, Hidayatullah telah berkembang pesat di seluruh indonesia, dan menciptakan dai-dai berkualitas,” ujarnya.

Diterangkannya, niat bangsa adalah untuk mewujudkan bangsa yang adil dan makmur, sehingga ia menilai agama tidak hanya mengajarkan pengabdian pada diri sendiri saja, tapi juga mengabdi antar sesama dalam hal ini pengabdian kepada bangsa.

“Saya berharap Hidayatullah tidak hanya mengajarkan tentang agama saja, tapi juga mengajarkan berkehidupan bermasyarakat.

Diakuinya, belakangan ini terjadi banyak perdebatan tentang Perda Syariah.

Namun sebenarnya, ia berpendapat dari perda tersebut, aturan agamalah yang lebih tinggi dari Perda Syariah.

 

“Aturan tertinggi adalah Al Quran dan Hadist. Jadi soal Perda Syariah masih jauh dibawah aturan syariah dalam hukum agama,” tegasnya.

Dijelaskan pria yang akrab disapa JK itu, tantangan pemerintah kedepan adalah bagaimana agar harmoni ini terjaga dengan baik dan bagaimana kesehateraan di negeri ini dapat meningkat baik dari hal kesejahteraan, keamanan dan perekonomian masyarakat.

“Alhamdulillah di negeri ini semua konflik dapat diselesaikan dengan baik. Tidak seperti konflik-konflik yang terjadi di Timur Tengah,” ucapnya.

“Nah, saya minta di semua Ponpes Hidayatullah mampu menyediakan pendidikan yang seimbang antara pendidikan dunia dan pendidikan agama,” terangnya.

Diakhir sambutan, dirinya juga berencana akan membantu pembangunan Masjid Hidayatullah agar segera selesai.

“Nanti kita bantu juga biar masjidnya cepat selesai,” pungkasnya.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Pengurus Hidayatullah, Nasirul Haq menjelaskan, kegiatan yang dihadiri lebih dari 10.000 dai dan daiyah Hidayatullah yang tersebar di seluruh Indonesia ini merupakan agenda strategis yang bersifat kultural dilandaskan perjuangan, keummatan dan kebangsaan untuk NKRI yang bermartabat.

Lanjutnya, di usia 45 tahun Hidayatullah merupakan komitmen Hidayatullah untuk menjadi bagian dari perjuangan untuk NKRI yang lebih baik.

“Melalui kegiatan ini para dai dan daiyah di-upgrade kembali pemahamannya tentang identitas Hidayatullah dalam menjalankan perjuangan dakwah,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kaltim Isran Noor mengapresiasi kedatangan Wapres Jusuf Kalla di sela kesibukannya yang padat.

Bahkan hal tersebut garus mendapat apresiasi besar dalam hal kepedulian pemimpin terhadap kegiatan masyarakat.

“Saya ingin Hidayatullah ini terus eksis dan berkembang bukan hanya di Kaltim tapi juga di indonesia,” ucapnya. (*)

Sumber: tribunnews (22/11/2018)

You may also like...