Infrastruktur Untuk Apa?

Banyak orang bertanya pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas pemerintahan sekarang untuk apa sih? Jawabannya sederhana, untuk pemerataan akses ekonomi. Kamu bisa bayangkan di Indonesia timur ternyata akses jalan antar provinsi pun masih sangat terbatas dan buruk keadaannya. Lewat pembangunan  infrastruktur berupa jalan baru atau pun perbaikan jalan lama, diharap mampu menjadi  akses ekonomi semua lapisan masyarakat.

Kamu harus tahu tentang Trans Papua, dulu tanah Papua sangatlah sulit untuk membuat akses jalan, karena medan yang berbukit dan terjal. Lewat pembangunan Trans Papua ini akan dicoba untuk memelah bukit agar bisa memangkas waktu perjalanan dan mempermudah distribusi ekonomi masyarakat. Target pemerintah bukan main, menyambungkan Jayapura hingga Merauke. Ngeri kan.

Jalan yang dibutuhkan yakni sepanjang 4.160 KM, ini dicicil bertahap sampai tahun 2019. Untuk tahun 2015 sampai 2019, pemerintah sedang membangun jalan baru 865 KM di Papua dan 151 KM di Papua Barat. Tapi perlu diketahui juga selain pengerjaan pembukaan jalan ini, juga ada pengerjaan jalan yang masih tahap pengaspalan, pemeliharaan, dan perbaikan jalan yang lama.

Jalan Trans Papua terbentang sepanjang 3.535 KM, yang terbagi di Papua sepanjang 2.465 KM dan Papua Barat 1.070 KM.

Kementerian PUPR dari 2015-2019 terus melaksanakan pembangunan jalan baru sepanjang 945 KM, serta melakukan peningkatan serta pemeliharaan jalan perbatasan dan Trans Papua sepanjang 4.160 KM dalam kurun 4 tahun terakhir.

Dari sini kita tahu kan kalau pembangunan infrastruktur bertujuan untuk keadilan ekonomi, Bukan untuk gagah-gagahan saja. Kalau kamu masih mempertanyakan apa tujuan pemerintahan kebut pengerjaan infrastruktur, sungguh terlalu.

You may also like...