Pemerintah Sediakan LPDP Khusus Santri, Catat Tanggal Pentingnya

Pemerintahan Jokowi mengalokasikan dana Beasiswa Santri LPDP tahun ini. Kemenkeu dan Kemenag berkordinasi untuk membuat jalur khusus santri ini dengan tujuan memberi peluang untuk santri lebih berkiprah di kancah internasional maupun nasional. Beasiswa tingkat Magister dan Doktoral menyasar kepada peserta didik, pendidikan, dan tenaga kependidikan di pondok yang telah mengabdi di pesantren minimal 3 tahun atau alumni Program Beasiswa Santri Berprestasi.

LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) yang di bawah Kementerian Keuangan  berkordinasi dengan Kementerian Agama dalam proses ini, mulai dari pra seleksi sampai pendampingan paska selesai pendidikan. Menkeu Sri Mulyani dan Menag Lukman Hakim Syafuddin meluncurkan beasiswa ini pada 12 November lalu.

Program beasiswa LPDP ini meliputi tiga bidang studi yaitu pertama, Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Pesantren yaitu; manajemen, kesehatan lingkungan, ekonomi syariah, pertanian, ilmu sosial dan politik, seni dan budaya, astronomi dan hukum. Kedua, keilmuan Pesantren yaitu: ilmu falak, syariah, perbandingan mahzab, ilmu maqulaat, arudh, tahqiq, ulumul quran dan ulumul hadits dan bidang ketiga yaitu Ilmu prioritas LPDP.

Komponen beasiswa LPDP yang diperoleh di antaranya: biaya hidup, transportasi keberangkatan dan kepulangan domisili asal ke perguruan tinggi tujuan, biaya pendidikan dan biaya pendukung visa termasuk paspor, tunjangan keluarga untuk Doktoral, asuransi kesehatan dan fasilitas lainnya.

“Pendaftaran beasiswa dilakukan secara online melalui www.lpdp.kemenkeu.go.id. Periode pendaftaran program beasiswa santri LPDP 2018 dibuka mulai 15 November sampai 31 Desember 2018 dengan mengikuti tiga tahapan seleksi yaitu, seleksi administrasi, seleksi berbasis komputer dan seleksi substansi, ” ungkap Menkeu Sri Mulyani dalam waktu peluncuran program ini.

Pemerintah membuktikan kepeduliannya kepada “kaum sarungan” lewat Beasiswa Santri LPDP ini, ini menangkis isu yang dihembuskan lawan politik Jokowi yang mengatakan Jokowi anti Islam, padahal fakta di lapangan sangat berbeda sekali. Pemerintahan Jokowi melakukan kebijakan secara adil dan bijaksana.

You may also like...