Kiai yang Profesor

Tahukah kamu, ada sebutan yang termasuk jarang ditempelkan kepada seseorang di Indonesia, yakni Kiai. Kiai ini sebenarnya bukanlah sebuah profesi yang didapatkan dengan jalur pendidikan formal, tapi Kiai adalah dia yang sudah diakui oleh lingkungan sekitar karena pengabdianya pada masyarakat khususnya bidang spiritual keagamaaan.

Kiai lazimnya dikenal karena mempunyai pesantren dan pengikut yang akrab disebut santri. Tentu Kiai harus mempunyai kedalaman iman, keluasan wawasan, dan kepekaan sosial. Kiai dianggap mempunyai peran untuk membentuk karakter santrinya lewat keteladanan.

Paska kemerdekaan, pesantren dan Kiai dianggap berpotensi menjadi penghalang kemajuan keilmuan, padahal itu tidak benar. Faktanya Pesantren, Kiai, dan Santri mempunyai peran besar dalam pengembangan keilmuan. Coba lihat deh, ilmuan sains dan sosial yang mempunyai basis pesantren pun banyak, dan beberapa di antaranya dipanggil Kiai.

KH. Ma’ruf Amin adalah salah satu tokoh yang lahir dari lingkungan pesantren dan berkiprah di dunia keilmuan. Banyak orang yang tidak tahu kalau KH. Ma’ruf Amin menyandang gelar Profesor dan guru besar di bidang Ekonomi Muamalat Syariah di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang di tahun 2017.

KH. Ma’ruf Amin sudah lama berkiprah di dunia analisa ekonomi dan usaha kecil menengah, beliau pun pernah menjabat menjadi dewan pengawas syariah di 4 bank terkemuka di Indonesia, yaitu bank Mega Syariah, BNI Syariah, Bank Muamalat dan Bank Syariah Mandiri. Beliau juga ketika menjabat ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mendorong dan melaksanakan kebijakan ekonomi berkeadilan.

 

You may also like...